Panduan Salat
Salat wajib dan sunnah selama di Tanah Suci
Utamakan salat lima waktu berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Datang lebih awal, rapatkan saf, dan ikuti imam hingga selesai.
Musafir boleh menjamak Zuhur–Asar dan Magrib–Isya. Salat empat rakaat dapat diqasar menjadi dua selama syarat safar terpenuhi dan belum berniat menetap.
Dua rakaat setelah tawaf, bila memungkinkan di belakang Maqam Ibrahim. Jika padat, lakukan di tempat lain dalam Masjidil Haram tanpa menghalangi jamaah.
Dilakukan dua rakaat-dua rakaat setelah tidur, kemudian ditutup witir. Sepertiga malam terakhir menjadi waktu utama.
Minimal satu rakaat, lazimnya tiga. Witir menjadi penutup salat malam dan tidak diulang dua kali dalam satu malam.
Minimal dua rakaat setelah matahari naik hingga sebelum zawal. Dapat dikerjakan di hotel atau masjid.
Sering dilaksanakan setelah salat fardu di Haramain: empat takbir, tanpa rukuk dan sujud. Ikuti imam dan niatkan mendoakan jenazah.
Jika salat fardu terancam habis waktunya dan tidak dapat turun, salat sesuai kemampuan. Hadap kiblat saat mampu dan ulangi gerakan dengan isyarat.
Panduan ringkas. Untuk kondisi khusus, ikuti arahan Mutowif, Leader, atau pembimbing ibadah travel.