Fiqih Haji & Umrah
Ringkasan hukum penting untuk jamaah
Ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Rukun yang ditinggalkan membuat umrah belum sempurna.
Ihram dari miqat dan menjauhi larangan ihram. Pelanggaran wajib dapat menimbulkan kewajiban dam sesuai jenisnya.
Memotong rambut/kuku, memakai parfum setelah niat, hubungan suami istri, akad nikah, berburu, serta pakaian berjahit yang membentuk tubuh bagi laki-laki.
Perempuan tetap berihram dan melakukan amalan selain tawaf. Tawaf dilakukan setelah suci dan mandi.
Menjaga wudhu adalah pendapat mayoritas dan paling aman. Jika batal, keluar dengan tertib untuk berwudhu lalu lanjut sesuai arahan pembimbing.
Wudhu tidak menjadi syarat sah sa’i, tetapi suci dan berwudhu lebih utama.
Dilakukan untuk orang yang wafat atau tidak mampu permanen setelah pelaksana menyelesaikan umrah untuk dirinya sendiri.
Denda ibadah karena pelanggaran atau jenis manasik tertentu. Jenis dan kadarnya berbeda; konsultasikan kasus konkret kepada pembimbing.
Jamaah wajib berniat sebelum melewati miqat. Penumpang pesawat bersiap ihram dan berniat saat mendekati garis miqat.
Khusus rangkaian Haji: perhatikan waktu, tempat, dan keringanan bagi jamaah uzur sesuai arahan petugas.
Kurang putaran harus disempurnakan. Ragu jumlah, ambil angka yang lebih sedikit dan lanjutkan hingga yakin tujuh.
Tidak memaksakan sunnah hingga menyakiti diri atau orang lain. Ikuti fatwa pembimbing untuk kondisi khusus dan darurat.
Panduan ringkas. Untuk kondisi khusus, ikuti arahan Mutowif, Leader, atau pembimbing ibadah travel.